Language Sun, 19 Apr 2026, Malta

Resep Konsentrasi

Sat, 06 Mar 2021, 08:13:58, 1170 View Administrator, Category : Reflection Series

Reflection Series

 

Salam Kasih,

Seorang teman saya yang tinggal di Ubud mempunyai dua orang anak. Anak pertamanya cowok dan yang kedua cewek. Yang agak aneh adalah tingkah laku anak keduanya, yaitu anak yang cewek. anak ini sangat susah dikendalikan, ia sangat nakal, susah dilarang, serta apa pun yang dia inginkan harus dituruti dan segala kemauannya selalu harus ia dapatkan. Kalau tidak, ia akan mengamuk dan menghancurkan apa saja yang dapat dijangkau olehnya.

Kecendrungan anaknya yang cewek ini yang paling kelihatan adalah ia sangat jarang berada di rumah. Sebaliknya ia selalu ada di rumah tetangga. Ia suka makan dan minum yang diberikan tetangganya, sedangkan di rumah sendiri ia malahan tidak suka makan. Lebih menyedihkan lagi adalah terkadang ia membuang makanan yang disediakan di rumahnya. Setelah merasa lumayan payah mengurus anak itu, maka orang tua si anak segera mendatangi seorang pendeta untuk memohon petunjuknya. Sang pendeta "melihat" keadaan anak tersebut, kemudian beliau mendoakan anak itu dan kemudian berkata kepada orang tuanya, "Mulai sekarang, sayangilah ia secara ekstra dan buatkanlah masakan-masakan serba enak yang disukainya di rumah..."

Kedua orang tua anak itu segera melakukan hal yang dianjurkan sang pendeta. Si anak segera dengan berbagai upaya dikembalikan ke rumah, mulai dari bermain sampai makannya dirangsang agar ia lebih tertarik pada suasana rumah. Ia mendapatkan makanan yang serba enak dan kasih sayang yang memuaskan dari kedua orang tua dan anggota keluarga lainnya seperti Nenek dan Kakeknya.

Ternyata, tidak lama kemudian, anak tersebut akhirnya lebih lengket dan menjadi sangat betah untuk tinggal di rumahnya, dan kemudian ia pun menjadi lebih tenang dari sebelumnya. Ia juga berubah menjadi rajin ikut membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci perabotan dapur bahkan membuat bahan-bahan persembahan.

Namun, yang perlu saya sampaikan di sini adalah bahwa ternyata kejadian itu dijadikan sebuah inspirasi yang menarik oleh seorang peserta Meditasi Angka kita. Teman tersebut biasanya mengeluh sangat sulit melaksanakan meditasi/konsentrasi. Ia kemudian mencari-cari sebab-musabab atau akar dari permasalahannya.

Disaat ia melihat kejadian anak kecil tersebut iapun menjadi kaget, bahwa kejadian anak itu memberikan inspirasi kepadanya. Ia berpikir bahwa ternyata pikirannya terlalu banyak berlari dan berkeliling-keliling di luar, untuk mencari kesenangan di luar sana yang kesemuanya hanyalah kesenangan-kesenangan dalam khayalan saja.

Kemudian ia mencoba "mengajak" sang pikiran untuk kembali ke "rumah"nya. Pikirannya diberikan kasih sayang ekstra, dicari sumber kesenangan-kesenangan yang menyebabkan sang pikiran lari keluar, lalu ia mencoba menciptakan kesenangan-kesenangan yang lebih menyenangkan daripada kesenangan-kesenangan khayalan di luar dirinya yang menyebabkan pikirannya terbang kesana-kemari.

Ia ciptakan begitu banyak kesenangan-kesenangan didalam dirinya yang menyebabkan sang pikiran mau kembali, datang dan lebih menyukai "rumah"nya daripada "rumah orang lain". Tentu saja untuk itu teman kita harus rela meninggalkan kesenangan-kesenangan remehnya dan mulai mengaktifkan sang pikiran dalam merenungkan hal-hal yang indah-indah dalam bentuk kasih sayang, kejujuran, pelayanan kemanusiaan dan perenungan-perenungan spiritual.

Sang pikiran yang dulunya liar, kini jadi "terperangkap" dalam "schedule" yang dijadikan disiplin oleh teman kita itu. Seterusnya sang teman telah berhasil lebih maju lagi pada tingkat "mengikat" sang pikiran pada ikatan meditasi yang tekun dilakukannya disaat baru bangun tidur dan menjelang tidur. Dan seminggu sekali, tanpa alpa ia secara rutin ikut bermeditasi ke rumah temannya, atau sekali-sekali ikut meditasi di rumah Ibu Agung di Gatsu Denpasar.

Selainnya, kemana pun ia pergi tangannya selalu memegang tasbih yang saya berikan. Ia selalu mengingat angka pilihannya setiap saat apabila ada kesempatan tanpa alpa. Tentu saja apa yang dilakukannya sama sekali bukan bermaksud untuk dipamerkan kepada orang lain bahwa ia rajin memutar tasbih, dan menunjukkan bahwa ia sudah maju dalam spiritual. Selain bekerja atau kesibukan yang membutuhkan keseriusan lainnya, maka setiap ada waktuwaktu luang selalu ia manfaatkan untuk mengingat angka pilihannya.

Dan ternyata... dalam laporan terakhirnya, ia mengatakan bahwa begitu ia mencoba untuk konsentrasi, maka ia bisa langsung terlelap ke dalam meditasi dan sama sekali tidak terganggu oleh lingkungan di sekelilingnya. Ia dapat mengkonsentrasikan pikirannya pada obyek meditasi (angka pilihan) dan berhasil merasakan getarangetaran spiritual memenuhi seluruh pori-pori tubuhnya.

Indahnya, selain kepada saya sendiri ia tidak pernah menceritakan pengalaman tersebut kepada orang lain. Ia tetap menjaga ketundukan hatinya, bahwa apa yang ia dapatkan hanyalah sebuah permulaan dari tahap awal/pendahuluan dalam memasuki Meditasi Angka.

Semoga resep yang murah meriah untuk mengobati susah konsentrasi ini juga dapat dijadikan sebuah inspirasi bagi temanteman lainnya.

(Darmayasa)

(DIVINE LOVE/070505)



Sat, 06 Jul 2024 Tidur Bersama Tuhan


Comments