Pilihan Kebahagian Spiritual
Sat, 03 Jul 2021, 13:30:53, 1158 View Administrator, Category : Reflection Series
Reflection Series
Salam Kasih,
Seringkali kita mencari kepuasan kecil dengan mengorbankan "intan permata" mulia berupa sifat-sifat kebenaran sejati. Sebagaimana orang "munuh" atau mengumpulkan butiran padi yang tercecer ketika petani sedang panen di sawahnya, dengan mencoba mencaricari butir-butir padi, mengorek sana dan sini, mendapatkan butir demi butir padi, Seperti itulah kita harus bekerja keras sambil mengucurkan keringat dan tanpa mengindahkan wajah kita menjadi kehitaman karena kulit terbakar teriknya sinar matahari. kita mencoba mencari kepuasan-kepuasan kecil dari balik pohon padi "kepuasan" besar dengan untaian-untaian buah-buah “padi kebahagiaan sejati spiritual.”
Tetapi, sering pula kita dengan sengaja mengumpulkan butir-butir padi yang "tegak ke atas" karena tidak mendapatkan lagi butir-butir padi yang "merunduk berat penuh isi", sambil mencoba mengusir keputus asaan bahwa di dalam padi-padi yang MUNCUL MEMIMPIN tegak dan sedikit gagah, pasti kemungkinan besar ia tidak ada isinya, alias kita hanya mengumpulkan kulit padi dan bukan isi padi. Ya..., ada kebahagiaan mengumpulkan harapan-harapan di dalam padi tegak tersebut akan tersembunyi isi yang baik. Asaan yang kurang lebih merupakan sebuah perjudian, dengan taruhan uangnya berupa "tetesan-tetesan keringat".
Kita berpuas hati dalam mengumpulkan ucapan/wacana bohong tanpa isi, pemikiran serta aktivitas bohong tanpa isi, tetapi kita tetap mantap tanpa putus asa melakukannya, hanya karena masih memiliki harapan di dalam "kekosongan" langkah kita tersebut, akan ada keajaiban bahwa Tuhan akan mengakuinya sebagai kegiatan mulia yang penuh dengan arti dan makna spiritual. Tentu saja bumbunya adalah tepukan tangan dan elu-eluan "jaya jaya". Walaupun kita mengetahui dengan jelas bahwa hal tersebut tiada bedanya dengan kebanggaan anak-anak yang membuat rumah-rumahan bertingkat di atas tumpukan pasir di pinggit laut, atau menyimpan dengan rapi uang-uangan dari dedaunan dengan anggapan ia akan dapat dipergunakan membeli banyak barang-barang keperluannya.
Dalam hal ini, apa yang kita perlukan adalah mencoba menyediakan wadah kesadaran spiritual kita yang luas dan mulia. Hanya wadah bersih / suci sajalalah yang akan mampu mengantarkan kita kepada kesadaran pengumpulan kepuasan-kepuasan besar. Kepuasan besar seperti itu sering muncul dalam kemasan pemikiran, perkataan atau aktivitas sederhana, tetapi tidak tercemari oleh kepalsuan dan kebohongan. Disanalah kebesarannya, dan disanalah terdapat kepuasan sejati, kebahagiaan sejati berupa kebahagiaan batiniah yang maju.
Semoga suatu kali kita di izinkanNya untuk memiliki kebahagiaan spiritual seperti itu. Walaupun biasanya ia hanya merupakan impian bagi para yogi dan orangorang suci, tetapi dengan menundukkan kepala serta cakupan tangan mengingat dan menyembah orangorang suci/para yogi, kita akan di izinkan memiliki kebahagiaan sejati tersebut. Sebuah kebahagiaan yang secara pasti tidak akan diikuti oleh kedukaan
Kaurava yang berjumlah seratus, merasa yakin dengan kekuatan luarnya yang dibekali kesombongan/keakuan palsu, bahwa mereka akan memenangkan perang Bharata-yuddha. Sebaliknya, Pandava juga merasa yakin akan memenangkan peperangan tersebut. Tetapi, bekal para Pandava hanyalah bimbingan kesadaran spiritual yang tidak pernah meninggalkan mereka sesaat pun (Krishna) dan senantiasa mengutamakan sifat-sifat kebenaran dan kejujuran (Dharmaraja Yuddhisthira).
Ternyata kemenangan ada pada mereka yang lebih memperhatikan kepentingan Spiritual dan Kebenaran. Semoga kita pun di izinkan berdiri di hadapan cermin perumpamaan tersebut.
(Darmayasa)
DIVINE LOVE/080105
Menyambut Masalah Bersama Guru Sejati
Tidur Bersama Tuhan
Memetik Bunga dan Buah dari Meditasi Angka



