Melihat Tuhan Dalam Segalanya
Sat, 19 Jun 2021, 07:54:45, 1175 View Administrator, Category : Reflection Series
Reflection Series
Salam kasih,
Tersebutlah seorang pendeta yang sedang dalam perjalanan menuju Himalaya. Di sebuah persawahan di pinggiran sebuah desa, beliau memasuki salah satu sawah karena merasa ingin buang air kecil. Begitu sang pendeta berjongkok, tiba-tiba dari belakangnya sang pemilik sawah datang membawa kayu, lalu memukul kepala sang pendeta sambil berteriak, "Nih.. ambillah hadiahmu... Sudah sejak sebulan aku begadang menjaga sawah, lalu kamu selalu mencuri hasil sawahku..."
Sang pendeta berteriak keras sambil menoleh ke belakang. Darah segar mengalir dari kepalanya. Petani kaget serta langsung mendekat dan memegang kaki pendeta memohon ampun, "Saya minta maaf... Saya kira anda seorang pencuri..."
Pendeta berkata, "Tidak... Anda tidak salah...Yang Anda pukul itu bukan aku..." Petani merasa kebingungan lalu bertanya, "Saya tidak mengerti maksud pendeta... bukankah saya yang barusan memukul Anda?"
Pendeta berkata, "Bukan..., kamu bukan memukul aku, tetapi Memukul pencuri... Bukankah kamu berpikir bahwa yang tadi kamu pukul itu adalah seorang pencuri? dan tidak berpikir bahwa yang kamu pukul itu adalah seorang pendeta?”
Petani berkata, "Ya saya mengerti... tetapi bagaimana pun Andalah yang saya pukul. Ampunilah saya dan beritahulah apa yang perlu saya lakukan sekarang untuk menebus kesalahan itu..." Pendeta berkata, "Anda lakukan apa saja yang Anda rasa baik..."
Akhirnya petani membawa pendeta ke rumah sakit. Setelah kepalanya dibalut, dibaringkan dan dibawakan susu, pendeta berkata, "Wah... Anda ini orangnya aneh... Di satu tempat Anda sebagai orang yang memberikan sakit, disatu pihak lagi sebagai orang yang memberikan minuman... Anda memang aneh...”
Utusan petani yang membawakan pendeta itu susu berkata, "Bukan... bukan saya yang memukul....yang memukul Anda orangnya lain....” Pendeta berkata, "tidak... selain Anda...,siapakah yang bisa datang memukul saya? Siapa Anda, mengapa memukul saya dan darimana Anda datang, semua hanya Anda yang tahu rahasianya. Ini adalah permainan lila Anda saja...”
Utusan petani semakin bingung... Ya dia bingung karena memang tidak mengerti... Sama seperti Anda sekalian yang sedang membaca ketikan-ketikan saya ini, tidak mengerti juga kan..?
Ini terjadi karena pendeta itu selalu melihat Tuhan dalam segalanya... Tuhan ada di dalam segalanya.... Dimana-mana...
Jadi..., ketika petani datang memukul, pendeta melihatnya sebagai Tuhan sendiri yang datang memukul. Kemudian ketika utusan petani membawakan susu, pendeta melihat Tuhan sendiri yang melakukannya...Dalam segalanya ia melihat hanya Tuhan yang melakukannya. Bahwa segalanya adalah Tuhan YME...
Begitulah... Kita hendaknya belajar melihat Tuhan dalam segalanya. Tuhan ada dimana-mana. Tuhan meresap ke seluruh ciptaannya di dunia ini. Tidak ada yang lain melainkan hanya Tuhan dan hanya Tuhan...
Dengan mengembangkan kesadaran seperti itu, orang tidak akan mempunyai rasa benci maupun rasa pemujian atau rasa senang secara berlebihan terhadap sesuatu atau seseorang.
Dengan catatan, kalau kita berbuat jahat, maka itu artinya kita belum menyadari siapa diri sejati kita. Kalau kita memukul orang, kita tidak boleh katakan bukan aku yang memukul kamu, melainkan Tuhan... Hehehe... Itu tentu saja pembenaran diri yang sangat keliru...
Bagi yang masih menyimpan rasa benci kepada seseorang, silakan membuat daftar orang-orang yang dibenci. Kemudian satu persatu didatangi, namun tidak usah minta maaf, melainkan ajaklah berbincang-bincang ngalor ngidul. Kalau tidak bisa datang, doakanlah mereka satu persatu, maka niscaya rasa benci akan mulai minggir dari hati kita. Sebenarnya kita tidak ada alasan untuk membenci mereka. Kalau mau memikirkan mereka, sebaiknya memikirkan situasi dan kondisi yang membuat mereka berbuat jahat seperti itu.
Semoga kita semua diizinkanNya meniti jalan penuh kasih yang sangat indah...
(Darmayasa)
DIVINE LOVE / 12 05 05
Menyambut Masalah Bersama Guru Sejati
Tidur Bersama Tuhan
Memetik Bunga dan Buah dari Meditasi Angka



