Keyakinan Dalam Meditasi
Sat, 29 May 2021, 12:06:37, 1219 View Administrator, Category : Reflection Series
Reflection Series
Salam Kasih,
Dalam mempraktekkan meditasi angka, kita tidak akan membanding-bandingkan diri dengan orang-orang lain yang mempraktekkan cara mereka masing-masing. Kita tidak akan memaksakan diri mendekatkan teknik kita dengan mereka. Kita tidak akan memaksakan diri untuk membanding-bandingkan kurang atau lebih teknik mereka dengan teknik meditasi yang sedang kita praktekkan. Kita akan berjalan ke depan tanpa mencoba mempertemukan atau memperbandingkan warna mereka dengan warna kita, ataupun warna kita dengan warna mereka. Kita adalah kita, dan teknik kita adalah teknik meditasi yang sangat ampuh.
Mengapa ampuh? karena:
- Ia dilatarbelakangi oleh tujuan mulia, yaitu tujuan kebersamaan, universal dan cinta kasih spiritual.
- Obyek meditasi adalah angka, yang tidak mewakili salah satu komunitas atau kelompok. Ia menjadi payung maha hebat menaungi seluruh umat manusia di atas muka bumi ini.
- Angka dengan sendirinya memiliki kekuatan maha hebat, penuh rahasia dan penuh berkah.
- Angka bersifat kekal dan merupakan wujud/bentuk perwujudan maha shakti dari Tuhan YME, yang memberkahi kekuatan, kesehatan, ketenangan, kesaktian, cinta kasih, rezeki dan kehidupan yang penuh dengan rasa aman, damai, dan lain-lain alasan yang menunjukkan bahwa teknik meditasi ini merupakan sebuah teknik maha ampuh.
Dengan demikian, yang diperlukan sekarang ini adalah, bagaimana kita memasukkan keyakinan yang kuat dan mantap di dalam teknik yang maha ampuh ini? Itulah yang hendaknya yang menjadi perhatian kita semua. Kita harus selalu bertanya pada diri kita, "apakah saya sudah memiliki keyakinan kuat serta mantap pada teknik meditasi yang saya sedang praktekkan ini?" Sebab, keyakinan yang mantap akan memberikan bantuan besar di dalam praktek meditasi kita sehari-hari. Keyakinan yang kuat dan mantap akan memberikan bantuan 80 persen dari laju meditasi kita. Oleh karena itu, Anda yang sedang mempraktekkan Meditasi Angka, sangat perlu mengadakan check dan re-check atas perkembangan keyakinan di dalam bathin masing-masing.
Apakah keyakinan sudah berkenan hadir didalam batin kita ataukah belum ? Ini perlu mendapatkan perhatian dengan baik, karena jika tidak, laju meditasi kita tidak akan menjadi seperti yang kita harapkan.
Dalam hal keyakinan, ada tiga istilah yang dipergunakan di dalam meditasi angka. Pertama adalah keyakinan atas pertimbangan akal, kemudian keyakinan atas pertimbangan rasa, dan terakhir adalah keyakinan tanpa pertimbangan akal dan rasa. Ketiga istilah ini akan kita bicarakan tersendiri pada kesempatan lain, jika Parama Guru atau Tuhan Yang Maha Esa berkarunia/meng izinkannya. Untuk sementara ini, kita cukup menyatukan ketiga pengertian ini dengan istilah keyakinan yang kuat dan mantap. Hal ini perlu kita bicarakan dan diskusikan dengan diri kita sendiri, dan tidak hanya dengan orang lain tetapi dengan diri kita sendiri. Sebab, diskusi dengan diri sendiri akan memberikan "perahan susu" yang baik serta sehat. Tidak akan terdapat pemaksaan memasukkan keyakinan ke dalam kepala kita. Sebab pemaksaan seperti itu adalah sebuah bentuk halus dari kejahatan.
Untuk itu, orang yang mempraktekkan Meditasi Angka memang perlu meluangkan waktunya selama satu jam sehari untuk "mauna" atau tapa bisu. Tidak berkata-kata dengan mulut selama satu jam sehari, melainkan sibuk berkata-kata dengan mulut bathin kita. Kita sibuk berdiskusi di dalam bathin untuk menemukan amerta kehidupan, amerta spiritual, setelah berhasil membangkitkan keyakinan yang kuat dan mantap tanpa tergoyahkan di dalam bathin, maka tibalah giliran untuk "mencantelkan" kesadaran kita sebanyak-banyaknya dengan guru dengan berbagai cara, serta didasari oleh keinginan untuk menyatu dengan Sang Guru dalam segala gerak dan langkah serta pemikiran.
Guru yang dimaksud adalah Tuhan itu sendiri. Artinya, kapan kita berbicara mengenai Guru, maka yang dimaksudkan adalah Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan yang maha pembimbing, dan Tuhan yang maha penunjuk jalan terang. Apapun kehendak Tuhan, maka itulah yang akan menjadi kehendak kita. Apapun tujuan Tuhan, maka itulah yang hendak menjadi tujuan kita. Apapun yang tidak di jalan Tuhan, itulah yang hendaknya tidak kita lakukan.
Dengan demikian, pelan-pelan getaran spiritual di dalam diri kita akan berkembang dengan baik dan akan menjadi pembuka pintu untuk menerima "pesan-pesan spiritual" dari Tuhan Yang Maha Kuasa, dalam rangka peningkatan atau penyempurnaan diri sendiri dan melakukan pelayanan kepada orang lain.
Dalam praktek sehari-hari kita akan dapat menyaksikan bahwa apapun yang dilakukan orang tanpa perhatian, tanpa konsentrasi, dan tanpa disertai keyakinan, maka semua yang dilakukannya akan menjadi ngawur, tidak terarah, atau tidak akan terselesaikan sesuai dengan waktu yang seharusnya. Kapan perhatian dan keyakinan kita sertakan pada pekerjaan, maka pekerjaan akan terselesaikan dengan mudah sekali. Dan pada akhirnya kita akan menjadi kaget sendiri menemukan pekerjaan yang numpuk menggunung yang seharusnya baru bisa kita selesaikan dalam seminggu, ternyata ia terselesaikan dalam waktu hanya satu hari saja. Itulah kekuatan keyakinan.
Begitu pula dalam Meditasi Angka, keyakinan itu sangat perlu diberikan tempat dengan baik dan menjadi prioritas yang terdepan, agar laju meditasi kita menjadi lebih baik serta aman. Janganlah kita menjadikan meditasi ini sebagai usaha sambilan atau sebagai penambah harga diri, hanya karena masalah meditasi sedang ngetrend di masyarakat saat ini. Kadang orang akan merasa dirinya terangkat martabatnya dengan mengikuti meditasi. Jadi ia melakukan meditasi bukan karena ingin menyempurnakan dirinya lahir bathin/spiritual, melainkan hanya agar dirinya "nampak" menonjol di masyarakat serta lingkungannya.
Kesadaran seperti itu harus segera kita jauhkan dari diri kita, sebab ia akan menjadi virus yang menyelusup ke dalam seluruh pori-pori kulit tubuh kita, dan kita akan menjadi virus yang berbahaya untuk diri kita sendiri. Silakan menggali lubang kuburan, tetapi janganlah untuk diri sendiri, melainkan untuk mereka yang sudah meninggal. Adalah tidak masuk akal jika tangan kanan kita memegang madu asli, tetapi bersamaan dengan itu tangan kiri kita memegang racun yang berbahaya. Adalah tidak benar serta tidak bijak disaat kita meminum amerta, tetapi bersamaan dengan itu kita juga menyibukkan diri meminum racun. Keduanya tidak akan pernah bertemu atau disatukan. Di satu pihak kita meledak-ledak lelap dalam praktek-praktek spiritual seperti meditasi dan lain-lain, tetapi dilain pihak kita juga melelaplan diri dalam berbagai kegiatan duniawi, penipuan, dan kejahatan lainnya.
(Darmayasa)
DIVINE LOVE/090405
Menyambut Masalah Bersama Guru Sejati
Tidur Bersama Tuhan
Memetik Bunga dan Buah dari Meditasi Angka



