Kebersihan Labir & Bathin
Sat, 27 Mar 2021, 11:58:59, 1190 View Administrator, Category : Reflection Series
Reflection Series
Salam Kasih,
Banyak orang berbicara mengenai hal-hal yang tinggi-tinggi tentang kundalini, tetapi dilain pihak mereka membiarkan dirinya tetap dalam keadaan kotor, mereka lelap dalam kegiatan "kejahatan" terhadap dirinya sendiri, mereka tidak mencintai dirinya, dan sibuk dengan berbagai aktivitas yang mereka pandang menyenangkan, tetapi sesungguhnya malah merusak dirinya sendiri. Mereka bahkan sama sekali tidak merasa kasihan terhadap dirinya sendiri, serta tidak mengerti mana dirinya, dan mana yang bukan dirinya. Apa pun yang diinginkan langsung dilakukannya, dan menganggap bahwa segala apa yang ia inginkan, segala apa yang ia katakan, dan segala apa yang ia lakukan adalah benar.
Biasanya, kejahatan terhadap diri sendiri itu diwakili oleh tiga hal yaitu lidah, perut dan kemaluan. Kita ingin memuaskan ketiganya tanpa batas, karena memang ketiganya itu tidak pernah bisa terpuaskan. Ia akan menuntut terus dan akan menjanjikan kepuasan terus pada kita. Janji kepuasan tersebut persis seperti janji kita kepada anak kecil, yaitu janji palsu, alias bohong, alias hanya untuk membodoh-bodohi yang bersangkutan. Seharusnya, jika kita tenang dan perlahan mencoba menginsyafinya, sesungguhnya ketiga yang disebut diatas tadi yaitu lidah, perut dan kemaluan, merupakan tiga pintu jalan turun, yaitu jalan yang menjatuhkan diri kita, dan bukan jalan untuk membawa kita naik jika kita tidak awas dalam hal ini.
Orang-orang sibuk memuaskan segala rasa yang diinginkan oleh sang lidah. ia menganggap dirinya menikmati. tidak perduli rasa apa pun, yang penting memuaskan lidahnya. Yang penting ia dapat merasakan rasa enak, manis dan menyenangkan. Tanpa kita usahakan mengertikan bahwa banyak rasa yang tidak asli, dan juga banyak rasa yang telah dicampur dengan rasa lain. Dan jika hal itu berhubungan dengan makanan dan minuman, sesungguhnya banyak makanan dan minuman yang dicampur dan dipermanis dengan campuran kimia, yang tentu saja berbahaya bagi kesehatan. Permainan rasa itu hanya sekejap, hanya beberapa detik di lidah. setelah tertelan, ia tidak akan "penting" lagi sebab ia telah berada didalam perut. Maka mulailah ia bekerja merusak perut dan memberikan kesempatan berbagai penyakit menghinggapi perut kita, karena makanan yang dimasukkan lewat lidah tadi banyak mengandung campuran kimia.
Orang sekarang banyak yang suka instant, asal cepat, tokh ada uang untuk itu... Mereka tidak mempertimbangkan segi kesehatan dan keamanan makanan atau minuman yang dibelinya. Biasanya, makanan dan minuman apa saja akan terasa enak jika kita sedang merasa lapar atau haus, atau jika makanan itu sedang dalam keadaan fresh/segar, atau jika minuman itu sedang panas/hangat atau dingin/sejuk. Juga makanan ditentukan enak tidaknya oleh bumbu. Daging apa saja, dengan bau apa saja, dalam keadaan apa saja, tetapi kalau ia sudah dibumbui dengan berbagai macam bumbu-bumbu oleh ibu-ibu di dapur atau oleh tukang masak, maka daging amis tersebut akan tersulap menjadi enak dan menyenangkan. Yang penting bagi kita adalah rasa beberapa detik itu di lidah. selainnya, kalau sakit ya ada dokter yang bisa memberikan obat... (ternyata juga banyak kimianya...)
Nah..., pemuasan tanpa batas terhadap lidah dan perut ini akan membantu munculnya "gangguan" nafsu seks. Nafsu seks bukanlah hal yang "pantang" kita bicarakan, karena ia bukan sesuatu yang salah atau jelek, melainkan ia adalah sesuatu yang indah dan suci, jika kita tempatkan pada tempatnya yang pas, benar, tepat, suci, dan tujuan-tujuan suci pula... Bilamana kita mengobralnya, disanalah kita akan menjadi korban nafsu seks yang akan datang mengganggu kita bagaikan datangnya air bah secara tiba-tiba. Selokan kecil akan kesusahan menampung air bah itu. Ia akan mengamuk dan menghanyutkan rumah-rumah atau apa saja yang menghalanginya. Nafsu seks yang tidak terkontrol dengan baik akan membuat orang menjadi "bukan dirinya". Ia akan merasakan ketidak nyamanan dalam segala hal. Berbagai pikiran buruk akan datang mengganggunya. Dan ia tidak akan bisa berpikir mana yang baik atau buruk, benar atau salah, patut atau tidak patut, sesuai aturan suci atau tidak...? Ia tidak akan mampu berpikir tenang, dan kecerdasannya akan hilang bagaikan awan dihapus angin kencang.
Bilamana kita mampu memperhatikan dan menjaga kebersihan lahirbathin, barulah kita berhak memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan kundalini lebih jauh. Kalau tidak.., sebaiknya kita tetapkan tekun dalam melatih diri, tetapi jangan menyimpan keinginan menggebu-gebu untuk maju dalam praktek kundalini... Kita tidak boleh "menghina" ajaran suci kundalini dengan cara seperti itu. biarlah ajaran kundalini ini kita tempatkan di tempat yang maha tinggi, karena beliau memang maha tinggi dan maha agung.
Jika kita serius dan memang benar-benar ingin mempelajari kundalini, sebaiknya kita mulai sekarang juga memperhatikan kebersihan lahir bathin kita tanpa kompromi. Dalam hal ini banyak aturan serta peraturan yang perlu diperhatikan.
Orang lain tidak akan mau masuk rumah kita kalau rumah itu kotor dan menjijikkan. orang akan menganggap undangan ramah kita sebagai penghinaan. Kalau kita hendak mengundang orang datang ke rumah, seharusnya rumah sudah dalam keadaan bersih dan rapi. kalau tidak, undangan itu hanyalah permainan dan penghinaan. Begitu pula, jika kita inginkan Tuhan datang pada diri kita tetapi kita masih tidak berminat membersihkan lahir bathin kita, apakah Tuhan berkenan hadir? Kesimpulannya, sebelum menginginkan kemajuan spiritual, sebelum seseorang menginginkan kemajuan dalam praktek kundalini, orang memang harus bersedia memperhatikan kebersihan lahir bathin. Khususnya dalam hal praktek kundalini, kita dianjurkan dengan ketat memperhatikan kebersihan dan kesucian lahir bathin.
Tuhan memang selalu hadir dalam bathin kita, dan Tuhan berada dimana-mana. Tetapi.., kekuatan Beliau akan aktif dengan maksimal bila kita menginginkan untuk itu. Menginginkan dalam hal ini saya maksudkan, adalah kapan kita memperhatikan kebersihan lahirbathin, barulah kekuatan Tuhan akan aktif didalam diri kita.
Semakin kita tulus, kekuatan Tuhan akan semakin aktif didalam diri kita, dan akhirnya mulai akan memberikan wejangan-wejangan yang sering muncul dalam bentuk firasat (bukan khayalan), mimpi, atau cara lainnya. Akhirnya, semakin tulus seseorang, maka Tuhan akan muncul keluar mengambil bentuk yang bisa lebih dekat dan nyata untuk membimbing yang bersangkutan, dalam bentuk seorang Guru Spiritual. Disanalah hidup spiritual sang murid mulai lebih melaju.
(Darmayasa)
DIVINE LOVE/090105
Menyambut Masalah Bersama Guru Sejati
Tidur Bersama Tuhan
Memetik Bunga dan Buah dari Meditasi Angka



