Keagungan Guru Sejati (2)
Sat, 31 Jul 2021, 12:10:39, 1077 View Administrator, Category : Reflection Series
Reflection Series
Salam kasih,
Seorang siswa spiritual yang baik hendaknya menerima seorang Guru sebagai utusan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Sesungguhnya Tuhan Yang Maha Esa mewujudkan diriNya sebagai seorang Guru demi memberikan bimbingan spiritual kepada sang murid. Bimbingan seorang Guru yang bonafid dan suci akan segera dapat meningkatkan kemajuan spiritual sang murid. Tuhan berkenan mewujudkan Diri Beliau untuk memberikan bimbingan secara langsung kepada manusia. Hal itu dilakukan apabila sang siswa masih bisa dijangkau oleh pergaulan masyarakat biasa. Tetapi, bilamana sang siswa berada di luar lingkungan pergaulan masyarakat umum, jika ia berada di tempat yang sepi tanpa penghuni, maka di saat itu Tuhan datang langsung dalam wujudNYA.
Bagi orang-orang biasa, bimbingan dari orang yang bisa dilihat langsung akan lebih meyakinkan. Oleh karena itulah Tuhan memilih roh-roh agung dan suci tertentu untuk melakukan pelayanan pada Tuhan dengan cara memberikan bimbingan jalan spiritual kepada umat manusia. Suatu hari, saya berkunjung ke rumah Ketua World Ramayana Conference, Pandit Lallan Prasad Vyas di New Delhi, India. Kami biasanya berjam-jam bercerita tentang spiritual. Pada waktu itulah Mr. Vyas memberikan kisah atau kejadian nyata yang terjadi di pegunungan Himalaya.
Seorang pendeta melakukan perjalanan spiritual ke Himalaya. Di suatu tempat beliau mengalami halangan sakit. Kebetulan ada gubug kecil, beliau tinggal di sana untuk mengembalikan kesehatannya. Hari berganti hari, kesehatannya semakin menyedihkan, sampai akhirnya sang pendeta sama sekali tidak bisa bergerak. Tinggal sendirian di tempat yang sunyi senyap dalam keadaan sakit.
Pada suatu hari datanglah seorang lelaki memperkenalkan diri dan membawakan pendeta makanan dan minuman serta obat-obatan. Pendeta menerima pelayanan tersebut karena memang sangat memerlukan di saat itu.
Pelan-pelan kesehatannya menjadi pulih. Dan lelaki itu tetap datang teratur setiap hari membawakan makanan untuk pendeta. Sering kali hari-hari mereka lewatkan berdua sambil bercerita-cerita ringan.
Suatu ketika, disaat kesehatan pendeta sudah mulai pulih, dikala sedang bercerita-cerita berdua, pendeta diam-diam berpikir dalam hatinya. Orang ini datang kepadaku setiap hari, dengan tekun dan patuh melakukan pelayanan tanpa pamrih. Tetapi, naik-turun gunung terjal setiap hari dengan bawaan di atas kepala dan bahu, wajahnya tidak menunjukkan kelelahan sama sekali. Siapakah ia sesungguhnya?
Sang Pendeta tidak mampu menahan diri untuk mendapatkan informasi tentang siapa adanya lelaki tersebut. Timbul keinginan untuk menanyakan tentang siapa lelaki itu sebenarnya. Tiba-tiba, sang pendeta bangkit dan memegang kaki lelaki itu sambil berkata, “Siapa Anda sebenarnya? Saya tidak yakin Anda orang sembarangan… Tidak mungkin orang biasa memiliki kemampuan super ekstra seperti ini, naikturun gunung setiap hari tanpa menunjukkan kelelahan sedikitpun. Beritahukan saya, siapakah Anda yang sesungguhnya?”
Lelaki tersebut menjawab, “Saya orang biasa, penduduk desa di bawah sana…” Sang pendeta berpikir, kalau benar, desa di bawah sana terlalu jauh. Untuk mencapainya orang memerlukan waktu dua hari. Belum selesai berpikir sang pendeta mempererat pelukannya pada kaki lelaki itu sambil berkata, “Tidak.., Anda bukan orang biasa…Anda harus tunjukkan diri Anda. Saya tidak akan melepaskan kaki Anda sebelum menjelaskan siapakah Anda sebenarnya….”
Tanpa disadari…, pendeta hanya memeluk angin…karena lelaki tersebut telah menghilang, dan tiba-tiba di hadapan pendeta itu berdiri Tuhan Yang Maha Pengasih, dalam wujud Shri Visnu yang bertangan empat. Ternyata lelaki tersebut adalah Shri Vishnu sendiri. Setelah mengetahui yang melayaninya sekian hari adalah Tuhan sendiri, pendeta segera menjatuhkan dirinya di atas tanah dan menyembah sambil menangis memohon ampun. Pendeta merasa berdosa besar karena membiarkan Shri Vishnu memberikan makan, memijit dan pelayanan lain selama berhari-hari.
Pendeta bertanya, apa alasan Shri Vishnu menyiksa diri melayaninya selama sekian hari? bhakta atau penyembahNYA. Di mana ada orang lain di sekitarnya, Beliau akan menjaga dan melindungi BhaktaNYA lewat orang. Tetapi, di mana tidak ada manusia, saat itu Beliau sendiri yang langsung datang menolong BhaktaNYA. Demikianlah, di zaman ini pun Tuhan masih berkenan datang ke bumi ini, hanya untuk menolong BhaktaNYA.
Sang murid jika kesadarannya sudah mantap untuk bermeditasi kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang berada di dalam hatinya, maka Tuhan yang berada di dalam dirinya akan mewujudkan dirinya keluar dalam bentuk seorang Guru yang nyata-nyata dapat dilihat, diikuti tingkah lakunya oleh sang murid, yang nyata-nyata dapat memberikan bimbingan spiritual kepada sang murid. Dengan demikian seorang Guru spiritual merupakan utusan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kisah hubungan antara siswa dengan Guru dihubung-hubungkan dengan hubungan Roh dengan Parama Guru (Tuhan), dan ditunjukkan lewat contoh dua ekor burung, yang hinggap di atas sebuah pohon, di cabang yang sama…
Burung yang satu asyik menikmati buah dari pohon tersebut, tanpa menoleh kanan-kiri. Rasa buah pohon tersebut ada yang manis dan ada yang pahit. Burung tersebut menikmati dengan baik kedua rasa itu. Sedangkan burung satunya…, hanya memperhatikan burung tersebut, mengawasi dan menunggu-nunggu kapan ia berpaling ke arahnya untuk ditolong…, untuk disadarkan bahwa menikmati rasa buah yang manis dan pahit tersebut bukanlah tujuan ia hinggap di pohon tersebut.
Begitulah, Roh yang berda di dalam hati setiap makhluk, asyik menikmati karma / hasil dari perbuatan baik dan buruk, menganggap bahwa itulah tujuan hidup, dan hanya itulah isi dunia ini. Tetapi, Parama Guru yang juga berada di dalam badan kita selalu menunggu dengan sabar, kapan Sang Roh akan menoleh dan memerlukan pertolongan Parama Guru untuk mengangkat dan mengeluarkannya dari lautan kesengsaraan. Param Guru tidak akan memaksa Roh terperbaiki. Melainkan menunggu kesadaran yang tumbuh dari Roh itu sendiri, bahwa sekarang inilah dalam kesempatan menjadi manusia, merupakan kesempatan emas untuk mencari kesejatian Tuhan YME, Kebenaran Sejati, yang berada di luar dari kungkungan rasa “buah manis dan pahit”.
Bersambung...
(Darmayasa)
DIVINE LOVE/090305
Menyambut Masalah Bersama Guru Sejati
Tidur Bersama Tuhan
Memetik Bunga dan Buah dari Meditasi Angka



