Language Sun, 19 Apr 2026, Malta

Kasih Guru Dalam Segala Keadaan (1)

Sat, 11 Dec 2021, 14:37:05, 1134 View Administrator, Category : Reflection Series

Reflection Series

Salam Kasih,

Hubungan antara Guru dan Murid, perlu kita renungkan lagi dan lagi, lagi dan lagi dan lagi... Sebab, hubungan antara Guru dengan murid tersebut bukanlah sebuah hubungan yang sembarangan. Barangkali dalam kalimat di atas dijumpai hal yang agak aneh. Apa bedanya hubungan antara murid dengan Guru dan kalimat hubungan antara “Guru dengan murid?”

Hubungan antara “murid dengan Guru” menunjukkan murid yang mengambil bagian lebih aktif dalam menjalin hubungan tersebut, sedangkan hubungan antara “Guru dengan murid” sama artinya, hanya saja dalam hal ini Gurulah yang memulai dan lebih aktif dalam menjalin hubungan tersebut. Bilamana seorang murid dengan penuh ketulusan serta tekad yang mantap mencari Guru spiritual dan dengan segala kemampuan, perhatian, serta tanpa memikirkan diri sendiri terus menerus berusaha untuk mencari seorang Guru spiritual, maka pada akhirnya Tuhan sendiri akan mendatangkan diriNya menjadi Guru spiritual bagi murid yang bersangkutan.

Saat itu, orang itu akan memusatkan perhatiannya lebih banyak lagi pada sang Guru dan berusaha melakukan berbagai pelayanan sesuai dengan kesempatan serta kemampuannya siang malam.... 24 jam... ia tidak pernah alpa menyambungkan dirinya dengan sang Guru, sehingga sang Guru akan muncul dalam berbagai wujud dan rupa di hadapan sang murid. Kadang Guru akan datang sebagai teman...., sebagai anak..., sebagai tuan...., sebagai orang tua.. dan bahkan sebagai pelayannya... Dalam keadaan seperti itulah kita dapat menggunakan kalimat di atas, yaitu hubungan antara murid dengan Guru.. Guru adalah Guru. Hanya itu definisi yang benar tentang Guru. Ya... Guru adalah Tuhan.., Guru adalah yang tampak... berbadan manusia..., Guru adalah kejadian..., Guru sering muncul dalam bentuk orang-orang aneh..., Guru bisa muncul lewat kejadian, dorongan kata hati dari dalam, atau lewat wacana.

Terkadang tanpa sadar...., Guru bisa hadir melalui wacana sang istri. Seperti yang pernah terjadi terhadap diri penulis Ramayana berbahasa India kuno yang bernama Tulasi Das. Tulasi Das sangat terikat dengan istrinya. Pada suatu hari, istrinya pergi ke rumah orang tuanya. Tulasi das tidak tahan berpisah dengan istrinya walaupun hanya beberapa saat. Akhirnya pada tengah malam Tulasi das menyusul istrinya melalui perjalanan penuh halangan berupa hujan dan banjir. Singkat cerita, dengan memanjat pohon di sebelah kamar istrinya dan meloncat lewat jendela, sampailah dia di hadapan istrinya.

Sang istri kaget setengah mati melihat suaminya muncul di tengah malam, disaat keadaan alam sangat tidak bersahabat seperti saat itu. Lalu sang istri bertanya, “Suamiku...??!!... Malam-malam begini...??!!... Ada apa...??!!..." tanyanya keheranan.... Tulasi Das agak malu-malu menjawab, "Sayang..., istriku tercinta..... kau tahu sendiri.... bahwa aku tidak mampu berpisah sedetik pun denganmu oh... sayangku..." lanjut Tulasi Das. "Tanpa dirimu oh sayangku.... aku tidak mampu memikirkan apa pun... hanya dikau... hanya wajah dan senyummu... yang selalu menghiasi seluruh pandangan mataku... hanya... hanya kata-kata manismu yang selalu terngiang-ngiang di telingaku.... sayang... aku tidak mampu.... aku tidak mampu hidup tanpa dirimu... kau adalah nafasku... kau adalah...." (Tiba-tiba istrinya memotong "rintihan” Tulasi Das)

"Suamiku..., aku kira... seandainya cinta beratmu itu kau arahkan pada Tuhan YME... maka apa yang menjadi tujuan dari kelahiranmu akan tercapai dalam hidup ini... Arahkanlah kasih itu bukan kepadaku tetapi kepada Tuhan YME..."

Kaget setengah mati Tulasi Das demi mendengar perkataan istrinya..., ia segera mencakupkan tangannya menyembah Gurunya yang telah berkenan muncul lewat sang istri.... Kemudian tanpa berkata sepatah pun..., Tulasi das meninggalkan kamar istrinya... dan melanjutkan pencarian spiritualnya... Hingga akhirnya ia berhasil bertemu dengan Hanuman dan Rama-Laksmana sampai kemudian ia berhasil menyelesaikan karyanya yang berjudul Shri Rama Carita-manasa, Ramayana dalam bahasa India kuna, bukan Sanskrit.

Begitulah, sang Guru dapat muncul dalam bentuk apa pun. Kadang bisa tanpa wujud nyata, wujud apa saja, bahkan bisa muncul dalam bentuk anak-anak atau pengemis. Seperti kejadian yang dialami oleh tokoh pendiri/penegak ajaran Saiva di India, bernama Adi Sankaracharya. Suatu kali beliau berjalan-jalan di daerah Benares, kota suci di India Utara di tepi sungai Gangga. Dalam perjalanan beliau dihadang oleh seorang candala, yaitu orang miskin yang biasanya hidup dengan mengemis dan dipandang rendah di masyarakat. Mereka hidup tidak teratur, kotor dan tidak pernah bersembahyang. Melihat Candala menghadang jalannya Adi Sankaracharya berkata, "Pergi.. pergilah menjauh dari hadapanku..."

Sang pengemis menjawab pelan..., "Mohon maaf... Tuan Pendeta..., siapakah yang anda suruh pergi menjauh..??!! Badan saya ini atau saya yang ada di dalam badan ini..??!!" Adi Sanakaracharya menjadi sangat kaget... dan segera menyadari bahwa Gurunya muncul melalui sang Candala, serta menyadarkan dirinya dari kekeliruan tersebut. Sankaracharya mencakupkan tangan menyembah Gurunya dalam wujud sang Candala...

Kejadian gaib lain banyak yang terpaksa saya sensor dengan tujuan agar teman-teman tidak mengkhayal terlalu jauh..., agar tidak menganggap diri sudah begitu dekat dan akrab dengan Guru hanya karena sempat mencakupkan tangan ketika bertemu Guru, padahal belum mengerti apa itu Guru dan bagaimana melayani Guru...

Sementara yang banyak terjadi adalah, orang akan menganggap seseorang sebagai Guru spiritualnya hanya jika sang Guru selalu setuju terhadap segala keinginan dan segala apa yang ia lakukan. Lalu dengan tiba-tiba ia akan menjauh serta mencerca Guru tersebut begitu ia mendengar kata "Jangan..." atau kata "Tidak..." dari bibir Gurunya...

Sriguru
(Darmayasa)
DIVINE LOVE/110405



Sat, 06 Jul 2024 Tidur Bersama Tuhan


Comments