Language Sun, 19 Apr 2026, Malta

Hindarilah Berhutang

Sat, 01 Oct 2022, 12:39:57, 1265 View Administrator, Category : Reflection Series

Reflection Series

Salam kasih,

Kejadiannya di daerah Kolkatta di India Timur pada bulan September 1971. Tersebutlah seorang wanita yang bernama Rukmani Bai. Dia menikah pada usia yang relatif masih muda. Namun tidak lama kemudian suaminya meninggal dunia.

Suatu ketika Rukmani Bai sedang menunggui iparnya yang sedang sakit. Dia membawa sang ipar yang tinggal di desa Bhagalpur ke kota Kolkatta untuk berobat. Keluarga yang lain mencarikan Rukmani Bai sebuah kamar untuk tempat tinggal. Suatu hari, pagi-pagi sekali, ketika hendak menuju ke kamar kecil, Rukmani Bai melihat makhluk yang menyeramkan, hanya tulang belulang, tengkorak berbentuk wanita. Rukmani Bai menjadi ketakutan..., tetapi lama kelamaan iapun berpikir, ini pastilah roh gentayangan. Dengan cakupkan tangan ia bertanya, “Ibu, siapakah anda? Kenapa datang ke sini?”

Makhluk itu berkata, “Kamu jangan takut. Aku tidak akan menyakitimu. Kami semua bejumlah delapan roh gentayangan yang tinggal di pohon yang tumbuh di depan sana. Kami terdiri dari berbagai tingkat roh gentayangan, dan aku bukan dari tingkat rendahan. Sebelum bertemu denganmu aku tidak bisa bicara. Tetapi, begitu kamu bertanya dan mengajakku berbicara, maka tiba-tiba aku mulai diberkahi kemampuan bicara kembali. Aku selalu pergi mengunjungi tempat-tempat dimana orang melakukan pemujaan, bhajanam, kirtanam, mengagungkan Nama-Nama Suci Tuhan, dimana orang-orang berkumpul Membicarakan tentang kemahakuasaan Tuhan YME.

Sebelum meninggal aku tinggal di rumah ini bersama keluargaku. Aku mati di rumah ini. Aku setiap hari mandi di Sungai Gangga dan setiap hari mengucapkan nama Tuhan YME sebanyak 100 ribu kali. Aku selalu mengunjungi Satsangga (kumpulan orang membicarakan ajaran suci) yang diselenggarakan oleh orang suci bernama Shri Seth Jayadayal Goyandaka. Di rumahku sendiri, aku memuja Laddu Gopal (Krishna). Aku setiap hari selalu mengunjungi tempat sembahyang.
Berbagai pertanyaan di dalam kepala Rukmani Bai berkecamuk, maka bertanyalah ia, "Anda sebelumnya begitu tekun dalam pelaksanaan kegiatan Agama, lalu kenapa anda bisa menjadi seperti ini sekarang? Kenapa anda lahir dalam tingkat pretayoni atau roh gentayangan?”

Roh gentayangan menjawab, “Keluargaku dulu memiliki utang. Aku sangat cemas akan utang mereka.Namun aku sama sekali tidak pernah melakukan apa-apa untuk membantu melunasi utang tersebut. Bahkan aku tidak pernah menganjurkannya segera melunasi utangnya. Nah.., setelah mati..., maka inilah hasil yang aku dapatkan. Sekarang hanya kamu yang dapat menyelamatkan aku. Tolong bebaskan aku...”

Mendengar perkataan roh tersebut, Rukmani Bai segera pergi mandi dan bersiap-siap duduk untuk sembahyang. Tiba-tiba pintu kamar sembahyang tertutup dengan sendirinya. Lalu roh tersebut muncul kembali sambil berkata, "Tolonglah...selamatkanlah aku..."

Rukmani Bai bertanya, "Bagaimana aku bisa menyelamatkan kamu?"
Roh tersebut memohon, “Tolong lakukan pembacaan kitab suci Bhagavatam selama 7 hari.”

Akhirnya Rukmani Bai menyusun acara pembacaan Kitab suci Bhagavatam selama tujuh hari, yang dilakukan oleh seorang pendeta bernama Shri Kishan Lal Shastri. Ketika acara hendak dimulai, Rukmani Bai melihat roh-roh pada bergentayangan. Lalu ia meminta agar disediakan tempat duduk untuk mereka. 8 tempat duduk kosong dijajarkan di hadapan pembaca Srimad Bhagavatam. Rukmani melihat mereka duduk tenang tidak gentayangan lagi. Walaupun tidak dilihat oleh orang yang duduk di ruangan tersebut, tetapi orang-orang dapat merasakan kalau ada yang duduk di sana.

Pada hari keempat pembacaan Bhagavatam berlangsung, tiba-tiba roh gentayangan tersebut muncul di hadapan Rukmani Bai dengan berpakaian indah, sangat cantik dan penuh senyum. Sambil bersiap-siap berangkat ia berkata, "sekarang aku telah terbebaskan dari belenggu pretayoni (ikatan roh gentayangan). Aku sekarang sudah bebas, terima kasih banyak atas bantuanmu. Tanpa bantuanmu, aku pasti tidak akan terselamatkan... dan pasti akan selamanya berada dalam pretayoni, dalam bentuk roh gentayangan"

Rukmani Bai melihat roh-roh tersebut lenyap, pergi ke tempatnya yang baru, menuju Visnu Loka. Sebelumnya roh gentayangan tersebut juga sempat menyampaikan, bahwa pada saat menjelang kematiannya tiba, ia sangat menderita kesakitan selama 36 jam.

Demikianlah cerita singkat yang diambil dari sebuah kisah nyata, yang terjadi pada tahun 1971 lalu.

Pelajaran yang dapat dipetik dari kejadian diatas: sedapat mungkin kita hindari berutang dan jangan biarkan anggota rumah tangga berutang. Dalam Medang kita tekankan agar jangan menjadi penerima sebaliknya jadilah pemberi. Kurangi rasa loba atau menginginkan mendapatkan sesuatu dari siapapun dalam bentuk apapun..

Dalam Meditasi Angka, usahakanlah mengembangkan kesadaran indah seperti ini, dan juga diterapkan di dalam kehidupan di masyarakat sehari-hari. Biarlah dan pasrahkanlah kepada Tuhan dalam memelihara kita. Sebab ada dua hal yang  merupakan JAMINAN dari Tuhan YME kepada kita sebagai umat manusia, khuauanya bagi mereka yang menyerahkan diri secara total kepada Tuhan YME. Dan penyerahan diri seperti itu tidak terjadi dalam satu detik. Sewajarnya, penyerahan diri secara total terjadi secara bertahap, pelan-pelan sejalan dengan usaha bhakti dan pelayanan yang tulus serta terus menerus. Sering ia membutuhkan waktu puluhan tahun, bahkan puluhan kali penjelmaan.

Bagi mereka yang menyerahkan seluruh hidupnya pada Kaki Padma Tuhan YME dengan kesadaran penyerahan diri total, maka dua jenis jaminan Tuhan YME ini akan hadir di dalam hidupnya, yaitu:
  1.  Tuhan akan memberikan apa-apa yang diperlukan olehnya. dan
  2. Tuhan akan menjaga apa-apa yang kita telah punya dan kita perlukan dalam hidup ini.

Dengan demikian, tidak akan ada kecemasan dalam bentuk apa pun di dalam kehidupan seorang pe-Meditasi Angka, jika ia dapat mengembangkan kesadaran seperti itu. Tentu saja kesadaran indah dan mulia seperti itu tidak akan didapatkan dalam dua tiga hari pergaulan Meditasi Angka. Tidak semudah itu. Apalagi jika orang datang ke dalam kumpulan Meditasi Angka dengan didasari oleh berbagai motif tersembunyi selain motif ber-Medang ria.

Motif-motif tersebut tidak akan kita singgung di sini, tetapi diharapkan para pe-Medang sendiri yang akan menyinggung dan membahasnya di dalam batinnya sendiri, dengan sebuah kejujuran pribadi demi diri sendiri, dan tanpa kecurigaan jenis apa pun, khususnya kecurigaan pada tulisan ini. Sebab.., apapun yang kita sampaikan, semua hanya bertujuan demi kebaikan kita. Tidak ada satu kalimat pun dimaksudkan untuk menjatuhkan atau menyinggung batin seseorang. Sebab apa? Sebab kita semua adalah pihak yang terkena oleh kalimat-kalimat tersebut. Bahwa kita ternyata masih menempatkan pada posisi paling depan berbagai jenis motif tersebut, serta menempatkan jauh di belakang tiga motif utama dalam usaha mencari kesehatan, ketenangan dan cinta kasih spiritual. Paling tidak, ketiga motif utama inilah yang harus dengan segala upaya, agar diusahakan untuk selalu dikedepankan. Dan bukan sebaliknya, mengedepankan motif-motif lainnya yang berjamuran muncul dengan pesatnya setiap saat kita mencoba untuk bermeditasi.

Sriguru... 

(Darmayasa)
DIVINE LOVE/050306



Sat, 06 Jul 2024 Tidur Bersama Tuhan


Comments