Language Sun, 19 Apr 2026, Malta

Berlindung Sepenuhnya Di Kaki Padma Tuhan

Sat, 24 Apr 2021, 12:30:30, 1167 View Administrator, Category : Reflection Series

Reflection Series

Salam kasih,

Bagi mereka yang menginginkan kemajuan spiritual, perlu memberikan perhatian pada satu hal yang paling penting untuk diterapkan, yaitu Berlindung Sepenuhnya Di Kaki Padma Tuhan Yang Maha Esa. Mengerti sepenuhnya bahwa segala sesuatu ditentukan oleh-NYA. Siapa pun yang berlindung penuh di Kaki Padma-NYA, maka kemajuan spiritual adalah jaminannya. Untuk merangsang timbulnya keinginan untuk menyerahkan diri sepenuhnya di bawah Kaki Padma Tuhan Yang Maha Esa, maka bersama ini dikirimkan renungan yang dimulai dari Putra Mahkota Prahlada.

Pada suatu hari, Raja Raksasa Hiranya Kashipu memangku anaknya yang bernama Prahlada. Ia sangat menyayangi Prahlada, mungkin lebih dari rasa sayang yang biasa ditunjukkan oleh orang tua kebanyakan pada anak-anaknya. Prahlada pun duduk dengan manja di pangkuan bapaknya. Sambil mengelus-elus dan mempermainkan tangan anaknya, Hiranyakashipu bertanya kepada Prahlada, "Anakku Prahlada…, apa saja yang diajarkan oleh gurumu di sekolah? Ceritakanlah kepada bapak hal-hal baik yang diajarkan beliau kepadamu… "

Hiranya Kashipu bermaksud memberikan tanda kapada anaknya bahwa menjadi siswa berarti harus aktif belajar, aktif mengumpulkan informasi dan ilmu-ilmu pengetahuan. Hiranya Kashipu ingin agar Prahlada menceritakan kepadanya sedikit saja hal yang baik-baik yang telah diajarkan oleh gurunya di sekolah.

Mendengar pertanyaan yang disampaikan oleh bapaknya, Prahlada mengatakan bahwa: Gurunya di sekolah mengajarkan tentang Kekuatan Tertinggi yang merupakan sumber dari segala ciptaan dan bagaimana caranya mengingat/menyembah/memuja/bermeditasi pada Kekuatan Tertinggi tersebut setiap saat. Terdapat berbagai cara untuk mendekatkan diri kepada Kekuatan Tertinggi tersebut, yang disebut dengan berbagai sebutan/nama seperti God, Tuhan YME, Allah, Narayana, Hyang Tunggal, Ishvara dan lain lain.

Proses mendengar hendaknya menjadi awal dari perjalanan spiritual. Mendengar tentang Tuhan YME, bahwa Beliau merupakan Sumber dari segala ciptaan, bahwa ada kekuatan tertinggi yang senantiasa melindungi umat-NYA, bahwa Beliau merupakan sumber dari segala kebahagiaan, bahwa Beliau mampu menjauhkan orang-orang dari segala problem. Untuk itu, proses mendengar sangat penting diutamakan. Mendengar hanya dan hanya Tuhan Yang Maha Esa dan bukan yang lain. Dalam hal ini banyak juga orang yang keseleo ke dalam kancah mendengar dan memperdengarkan tentang dirinya. 

Dari proses mendengar akan berkembang proses lainnya yaitu memuji dan mengingat. Ketiga proses ini saling menjadi lengket satu sama lain dan pada akhirnya terbentuk menjadi satu proses, sebuah kesatuan...Kesadaran spiritual kita menjadi jatuh akibat ketertarikan kita memuji hal-hal yang selain Tuhan YME. Kita bisa melihat di masyarakat bahwa banyak orang memuji dan mengagungkan orang-orang bodoh, bahkan banyak yang memuji orang-orang yang lelap di jalan kriminal. Pujian-pujian tersebut sambung-menyambung, menular dari seorang ke orang lain, barangkali karena mereka mendapatkan suatu benda atau kesenangan material dari orang-orang yang dipuji-puji tersebut.

Pemujian seperti itu pelan-pelan akan menjauhkan kita dari jalan spiritual. Pelan-pelan tanpa menampakkan diri, kita juga akhirnya akan berubah “wajah”, dan berusaha menyembunyikan wajah asli dengan topeng silih berganti, topeng demi topeng, dan topeng demi topeng…. Sedangkan identitas asli kita sudah tersimpan kotor berkaratan entah dimana…. Dalam keadaan seperti itu, adakah suatu kebahagiaan yang dapat kita rasakan?

Lebih berbahaya lagi adalah kita tekun dan mantap memuji diri sendiri. Dalam segala keterbatasan dan penuh kegagalan, kita sibuk memaksakan memuji-muji diri sendiri. Jika kita sudah asyik berada di dalam level pemujian diri sendiri, yah... hanya Tuhanlah yang mengetahui dimana gerangan kita sedang berada….

Jadi, pemujian hendaknya diarahkan kepada pemujian nama dan keagungan Tuhan YME, dengan secara tekun penuh keyakinan dan bhakti, tanpa lelah, tanpa terputus, tanpa motif, dan dia akan tetap dilakukan selama nafas masih menghidupi badan wadag ini….

(Darmayasa)

DIVINE LOVE/080305



Sat, 06 Jul 2024 Tidur Bersama Tuhan


Comments