Language Sun, 19 Apr 2026, Malta

Angka Sebuah Jalan Yang Indah

Sat, 09 Oct 2021, 12:43:58, 1116 View Administrator, Category : Reflection Series

Reflection Series

Salam kasih,
   
Meditasi lebih banyak menunjuk pada aktivitas batin, walaupun kemantapan badani juga sangat diperlukan. Aktivitas batin perlu mendapatkan perhatian sengaja dari kita, setiap hari, tanpa gagal. Aktivitas batin itu ada yang baik dan mengantarkan kita kepada kemantapan spiritual dan sebaliknya ada juga yang menjauhkan kita dari jalan spiritual. Terkadang ia akan bersembunyi sedemikian rupa sehingga orang tidak akan mampu mengenalinya lagi, tidak akan mampu mengindentifikasikan apakah ini kerlap-kerlip pikiran ataukah suara sang roh, sang diri sejati. Kerlap-kerlip tersebut macamnya tidak sedikit, sehingga bagi mereka yang tidak memperhatikan kesempurnaan wadah dengan baik pasti akan tertipu.

Orang-orang yang tidak menyiapkan wadahnya dengan baik, akan mengalami kesulitan untuk mengenali siapakah yang sedang datang ini..., sang kerlap-kerlip pikiran ataukah suara asli sang atma? Sang roh? Dengan demikian, bagi mereka yang mempraktekkan Meditasi Angka, “perkalian angka” merupakan “scanning” signifikan yang akan sangat membantu orang yang bersangkutan untuk mengenali kerlap-kerlip pikiran sehingga lebih memungkinkan menjadi selamat dari tipuannya.

Di dalam kitab suci suci Bhagavad-gita, usaha mengendalikan kerlap-kerlip pikiran disebutkan sangat amat sulit. Usaha tersebut diumpamakan bagaikan sulitnya kita mencoba mengendalikan angin dengan tangan. Inilah yang sering menipu orang-orang yang menempuh jalan Meditasi Kundalini.

Bisa jadi ketika mereka berkonsentrasi pada sesuatu obyek, terkadang mereka berhasil berkonsentrasi dengan baik, sehingga dapat merasakan suatu getaran-getaran atau kemilauan cahaya warna-warni. Kemudian mereka segera mengatakan bahwa kundalini-nya sudah terbangkitkan. Atau, mereka mempunyai berbagai problem dan penyakit dalam dirinya, sehingga dengan melakukan konsentrasi pada satu obyek dan berhasil agak mantap dalam konsentrasinya, yang dibantu oleh sang pikiran, maka mereka akan merasakan benturan-benturan getaran di dalam dirinya dan mereka akan mengatakan hal itu sebagai kebangkitan kundalini. Jadi..., seorang pe-Meditasi Angka akan sangat berhati-hati dalam menempuh perjalanan membangkitkan kundalininya. Ia dalam hal ini malah akan berbalik mengusir keinginan untuk membangkitkan kundalini-nya. Sebaliknya akan dengan tenang melakukan sadhana Angka Dhyanam dengan keyakinan mantap bahwa lewat kemuliaan angka, ia akan mencapai keberhasilannya. Dalam memelihara kesadaran indah seperti itu, ia akan mengabaikan keinginan membangkitkan kundalini-nya dan akan mengkonsentrasikan pikiran dan seluruh perhatian serta kemampuannya untuk men-siddhi-kan angka pilihannya. Tentu saja setelah ia mengetahui keagungan dan kemuliaan angka itu sendiri, ia akan berkonsentrasi dan bertekad keras dalam luluh bersama angka pilihannya. Sebab angka adalah alat atau tangga atau lift untuk mencapai tujuan.

Harap dicatat bahwa angka bukanlah tujuan. Tetapi angka adalah alat atau jalan yang sangat pasti untuk mengantarkan kita pada tujuan. Sebab, angka adalah Tuhan YME itu sendiri, tetapi dalam bentuk saktinya. Namun, tujuan akhir kita adalah kembali pada junjungan kita, yaitu Tuhan YME dan bukan hanya sampingannya atau saktinya. Tentu saja kita harus memikirkan keadaan kita, siapa kita, dimana kita, sejauhmana kemampuan diri kita dan seberapa banyak kesempatan yang dapat kita berikan untuk melakukan praktek spiritual tersebut.

Kalau kita adalah pekerja biasa yang dari pagi-pagi buta sampai dengan malam pekat hanya ingat kerjaan kantor dan riuhnya lalu lintas jalan raya, dan sampai di rumah disibukkan lagi oleh kesibukan rumah atau terperangkap dalam gebuan kemarahan dan hawa nafsu, minta tolong janganlah memaksakan diri untuk mengatakan kundalini sudah bangkit, atau cakra ini dan itu sudah tembus..., jangan..., jangan memerosokkan diri kedalam anggapan salah atau keliru tersebut. Walaupun kemungkinan memang ada tetapi sangat tipis, khususnya kalau kita hubungkan dengan diri kita sendiri yang sangat amat sibuk. Selain kesibukan tersebut, kita juga harus menyadari bahwa diri kita dipenuhi oleh berbagai jenis kekurangan, termasuk semakin membesarnya keakuan palsu dan hawa nafsu, sehingga kemungkinan untuk mengatakan kundalini sudah bangkit harus kita akui terkikis habis..., alias rasanya tidak mungkinlah.... jika kita menyadari dan mengerti sepenuhnya kemuliaan dan kerahasiaan kundalini. 

Mengertikan kemahaagungan kundalini tidaklah semudah “membaca” keagungan kundalini. Ia memerlukan karunia khusus dari Guru dan Tuhan. Saya katakan Guru dan Tuhan, sedangkan kita selalu mengatakan Guru adalah Tuhan Itu Sendiri, dengan maksud bahwa pada tahap awal kita memang sangat memerlukan bimbingan dari Guru dalam bentuk badan manusia, sebab kita memiliki pandangan sangat terbatas sehingga kehadiran Guru dalam bentuk yang bisa kita lihat adalah mutlak diperlukan. Nah, dengan men-siddhi-kan angka pilihan, maka kemajuan ke arah kebangkitan kundalini adalah pasti, walaupun kita masih tetap sibuk di dalam kehidupan duniawi kita. Sebab, angka itu sendiri akan membersihkan diri kita lahir batin. Demikian kekuatan spiritual dari angka yang telah di”siddhi-kan.

Melalui angka yang sudah di-siddhi-kan, kita akan lebih mudah mengusir berbagai kotoran badan dan batin. Akhirnya jika kita tulus, maka karma-karma kehidupan lalu kita akan terkikis juga secara perlahan, tetapi pasti.

Ketika karma-karma dan berbagai kotoran telah semakin berkurang, maka orang akan memiliki sifat "wise' atau bijak dan damai dari dalam diri sendiri. Viveka atau daya pertimbangannya akan semakin terbuka dengan sendirinya, sehingga pelan-pelan Guru dalam bentuk badan manusia akan beralih rupa menjadi Guru dalam diri sang murid itu sendiri. Dengan kata lain sang murid akan menjadi Guru bagi dirinya sendiri, sehingga ia akan mendapatkan perhatian Gurunya dari segala arah yang berada dimana-mana dan mengawasi, menjaga dan mengantarkan ke jalan terang tanpa gagal. 

Jadi, men-siddhi-kan angka adalah program terdepan bagi seorang siswa Meditasi Angka. Angka... angka dan hanya men-siddhi-kan angka. Selainnya, jika ia mempunyai waktu dan kesempatan ekstra, ia akan pusatkan pada pelayanan pada Gurunya. Sebab, pelayanan pada Guru akan mensucikan batin murid dan mengantarkannya pada ketundukan hati. Hidup manusia jika tidak ada pelayanan kemanusiaan dan spiritual, maka ia bukanlah manusia. Ia hanya namanya saja berbadan manusia, tetapi ia bukan manusia. Dan Maharesi Vyasadeva mendifinisikan Dharma/Agama kurang lebih seperti itu, yaitu melakukan pelayanan tanpa pamrih kepada yang lain dan tidak menyakiti yang lain.

Nah, mereka yang bertujuan menyempurnakan dirinya untuk menjadi manusia, maka ia harus memikirkan hal ini dengan baik. Lihatlah...di sekitar anda terlalu banyak kesempatan untuk melakukan pelayanan. Terlalu banyak orang-orang yang memerlukan sentuhan tangan pelayanan anda. Tetapi jangan mengorbankan diri dalam kehancuran hanya demi sentimental palsu. Jika kita mempunyai energi, uang atau kesempatan 10, maka tiga harus kita bagikan cuma-cuma untuk pelayanan pada orang lain. Jangan 4 atau jangan 9, tetapi 3. Dalam satu minggu, kalau saja anda bisa memberikan waktunya hanya 2 jam untuk melakukan pelayanan pada orang lain, maka ia akan sangat berarti banyak secara spiritual bagi anda. Tanpa disadari, aktivitas pelayanan tersebut telah berubah rupa menjadi sembahyang. Maka.., dengan demikian seorang pe-Meditasi Angka akan bersembahyang setiap saat, dalam bentuk aktivitas spiritual.

Sriguru... 

(Darmayasa)
DIVINE LOVE / 01 03 06

 



Sat, 06 Jul 2024 Tidur Bersama Tuhan


Comments